Kembali
kanak – kanak
Mengapa ketika semua menjadi
dewasa perubahan terasa berbeda sekali. Dunia seakan memperlakuakan ku semakin kejam. Mereka mulai menjauh dan
mengacuhkan ku, seakan tak menyadari keberadaan ku di situ. Bahkan andai mereka
tau, mereka akan menganggap ku lemah dan tak mungkin bisa melakukan apa – apa.
Apa salah jika terkadang kita masih berperilaku seperti anak – anak ?
ketahuilah, aku masih menginginkan masa – masa kecil ku dulu, sebagai seorang
anak yang selalu ingin dimengerti, dituruti, terkadang manja, ingin memilki dan
menguasai semua rasa kasih sayang, tak ingin diduakan, bahkan menangis dan
tertawa sesuka hati. Tapi kenapa itu tak bisa kudapatkan ketika usia ku harus
dibilang dewasa. Sesungguh nya, jauh
dari dalam hatiku, bukan ini dewasa yang kuharapkan, bukan rasa sakit ini yang
kumimpikan, dan bukan ke hampaan ini yang selalu kurasakan menyelimuti hati.
Jikalau bisa, tolong siapapun kembalikan aku pada masa kecil, jangan pernah
menjadikanku dewasa, dan jangan tunjukkan lubang hitam dunia ini pada ku.
“ na, ngapain sih serius amat ? ”
“ nulis, kenapa sih ? dasar kepo “
“ kamu hobi nulis banget, emang seru ya, guna ? gaya mu
udah kayak nulis surat pengakuan aja.“
“ ini orang bener – bener bawel, tapi bener sih ini emang surat
pengakuan, tapi mau di posting juga, siapa tau ada yang suka. Udah ah, aku mau
cari inspirasi di tempat lain, bye nay... “
Seharus nya aku mencari tempat
yang sunyi buat nyelesein cerpen ini. Lagian
butuh konsentrasi juga buat nginget – nginget kejadian nya. Nggak semudah nulis
cerpen biasa, kenapa aneh banget ya kalo harus nulis bener – bener dari hati. Surat
pengakuan... boleh juga. Tapi harus di mulai dari mana. Udah terlanjur terkunci
rapat, nggak pernah di curhatin ke orang lain kalo mau di keluarin bener –
bener nggak nyaman. Tapi untuk kali ini, aku serius. Cerita ini aku persembah
kan untuk semua orang yang dalam hati
kecil nya merindukan masa kecil dan ingin menjadi anak – anak lagi.
Untuk masa lalu ku yang selalu kurindukan.
Aku tidak tahu ini termasuk
puisi, cerpen, atau curhatan biasa. Tapi yang ingin aku sampai kan adalah bahwa
aku benar – benar menginkan mu kembali. Aku tidak pernah tau diri ku saat masih
kecil seperti apa. Aku tidak pernah memikirkan sebuah tanggung jawab besar
seperti sekarang. Tanggung jawab yang ku tahu hanyalah sebatas telah
mengerjakan PR sederhana. Selepas itu hanya permainan menyenangkan yang ku
ingat. Bersepeda keliling kampung, bermain petak umpet dan lompat tali, tertawa
sekeras yang kami bisa, intinya melakukan hal – hal menyenangkan bersama teman
yang sangat setia kawan. Teman yang tak pernah menyakiti hati, mengacuhkan
kita, atau bahkan menusuk dari belakang. Yang kita tahu hanya teman dengan
senyuman tulus dan wajah – wajah yang
polos. Hari – hari di masa kecil hanya dilalui secara sederhana, bangun pagi,
sekolah bahkan dengan berjalan kaki, atau menggandeng tangan ibu, pulang lalu
bermain hingga sore. Hanya seperti itu saja. Tapi semua terasa menggembirakan
dan tanpa beban. Dunia damai dan tenang
diiringi hembusan angin dari suasana kampung yang rindang.
Kasih sayang orang tua masih
sepenuh nya kita rasakan. Mereka yang selalu menemani kita belajar, memeriksa
PR, mengajak jalan – jalan keluar, dan bersikap adil terhadap semua anak – anak
nya. Mereka selalu ada di setiap waktu, di setiap kita membutuhkan pelukan nya.
Bahkan saat itu mereka selalu mendukung apa yang kita rencanakan. Tapi kenapa
semua nya berbeda sekarang. Aku hanya ingin bertanya, semua yang kurasakan ini
hanya pemikiran negatif ku atau kalian semua juga merasakan hal sama. Bukan kah
semua rasa sayang dan perhatian itu mulai kendor seiring bertambah nya usia
kita ? apakah kalian merasakann nya ? jika memang iya, mengapa harus seperti
itu. Apakah menjadi dewasa berarti harus melupakan masa – masa indah di masa
lalu. Aku juga merindukan perhatian yang lebih, dukungan yang selalu menyertai,
dan tolong jangan beda kan anak – anak mu. Kami memiliki hati yang semakin lama
menjadi semakin peka. Hati yang semakin mudah untuk merasa terluka dan di
jauhkan. Perasaan yang selalu menduga – duga perihal apa salah ku hingga semua
ini terjadi. Sejujur nya aku masih sangat rapuh, aku membutuhkan pegangan untuk
bangkit dari keterpurukan yang melanda tiba – tiba. Dan aku selalu membutuhkan
semua yang pernah kumiliki di masa lalu. Andai bisa, sekali lagi ku mohon
izinkan aku kembali, dan tidak menjadi dewasa. Jika kau bisa mengabulkan nya,
ini adalah hal terakhir dariku.
Untuk waktu yang selalu aku sia – siakan
Untuk setiap memori yang setia menyimpan
Untuk orang tua ku yang kusayang
Aku selalu berusaha membahagiakan mu
Aku bertahan atas dasar sayang ku
Walau kau mulai tak mempedulikan ku
Dan menduakan ku dengan yang lain
Walau kau mulai tak menyayangi ku
Dan menganggap ku selalu mengecewakan mu
Hingga kau malas dan selalu mengacuh kan ku
Ketahuilah dibalik itu semua, aku selalu menjunjung mu
Tapi maaf kan lah jikalau aku tak bisa membuktikan nya
Salahkan aku saja yang tak berjuang lebih keras untuk mengejar
Namun jangan salahkan waktu yang berjalan terlalu cepat
Begitu pun memori yang mungkin tersendat