Minggu, 19 Januari 2014

cerpen

Kembali kanak – kanak

Mengapa ketika semua menjadi dewasa perubahan terasa berbeda sekali. Dunia seakan memperlakuakan  ku semakin kejam. Mereka mulai menjauh dan mengacuhkan ku, seakan tak menyadari keberadaan ku di situ. Bahkan andai mereka tau, mereka akan menganggap ku lemah dan tak mungkin bisa melakukan apa – apa. Apa salah jika terkadang kita masih berperilaku seperti anak – anak ? ketahuilah, aku masih menginginkan masa – masa kecil ku dulu, sebagai seorang anak yang selalu ingin dimengerti, dituruti, terkadang manja, ingin memilki dan menguasai semua rasa kasih sayang, tak ingin diduakan, bahkan menangis dan tertawa sesuka hati. Tapi kenapa itu tak bisa kudapatkan ketika usia ku harus dibilang dewasa.  Sesungguh nya, jauh dari dalam hatiku, bukan ini dewasa yang kuharapkan, bukan rasa sakit ini yang kumimpikan, dan bukan ke hampaan ini yang selalu kurasakan menyelimuti hati. Jikalau bisa, tolong siapapun kembalikan aku pada masa kecil, jangan pernah menjadikanku dewasa, dan jangan tunjukkan lubang hitam dunia ini pada ku.
“ na, ngapain sih serius amat ? ”
“ nulis, kenapa sih ? dasar kepo “
“ kamu hobi nulis banget, emang seru ya, guna ? gaya mu udah kayak nulis surat pengakuan aja.“
“ ini orang bener – bener  bawel, tapi bener sih ini emang surat pengakuan, tapi mau di posting juga, siapa tau ada yang suka. Udah ah, aku mau cari inspirasi di tempat lain, bye nay... “

Seharus nya aku mencari tempat yang sunyi buat nyelesein cerpen ini.  Lagian butuh konsentrasi juga buat nginget – nginget kejadian nya. Nggak semudah nulis cerpen biasa, kenapa aneh banget ya kalo harus nulis bener – bener dari hati. Surat pengakuan... boleh juga. Tapi harus di mulai dari mana. Udah terlanjur terkunci rapat, nggak pernah di curhatin ke orang lain kalo mau di keluarin bener – bener nggak nyaman. Tapi untuk kali ini, aku serius. Cerita ini aku persembah kan untuk semua orang  yang dalam hati kecil nya merindukan masa kecil dan ingin menjadi anak – anak lagi.
Untuk masa lalu ku yang selalu kurindukan.
Aku tidak tahu ini termasuk puisi, cerpen, atau curhatan biasa. Tapi yang ingin aku sampai kan adalah bahwa aku benar – benar menginkan mu kembali. Aku tidak pernah tau diri ku saat masih kecil seperti apa. Aku tidak pernah memikirkan sebuah tanggung jawab besar seperti sekarang. Tanggung jawab yang ku tahu hanyalah sebatas telah mengerjakan PR sederhana. Selepas itu hanya permainan menyenangkan yang ku ingat. Bersepeda keliling kampung, bermain petak umpet dan lompat tali, tertawa sekeras yang kami bisa, intinya melakukan hal – hal menyenangkan bersama teman yang sangat setia kawan. Teman yang tak pernah menyakiti hati, mengacuhkan kita, atau bahkan menusuk dari belakang. Yang kita tahu hanya teman dengan senyuman tulus dan wajah – wajah  yang polos. Hari – hari di masa kecil hanya dilalui secara sederhana, bangun pagi, sekolah bahkan dengan berjalan kaki, atau menggandeng tangan ibu, pulang lalu bermain hingga sore. Hanya seperti itu saja. Tapi semua terasa menggembirakan dan tanpa beban.  Dunia damai dan tenang diiringi hembusan angin dari suasana kampung yang rindang.
Kasih sayang orang tua masih sepenuh nya kita rasakan. Mereka yang selalu menemani kita belajar, memeriksa PR, mengajak jalan – jalan keluar, dan bersikap adil terhadap semua anak – anak nya. Mereka selalu ada di setiap waktu, di setiap kita membutuhkan pelukan nya. Bahkan saat itu mereka selalu mendukung apa yang kita rencanakan. Tapi kenapa semua nya berbeda sekarang. Aku hanya ingin bertanya, semua yang kurasakan ini hanya pemikiran negatif ku atau kalian semua juga merasakan hal sama. Bukan kah semua rasa sayang dan perhatian itu mulai kendor seiring bertambah nya usia kita ? apakah kalian merasakann nya ? jika memang iya, mengapa harus seperti itu. Apakah menjadi dewasa berarti harus melupakan masa – masa indah di masa lalu. Aku juga merindukan perhatian yang lebih, dukungan yang selalu menyertai, dan tolong jangan beda kan anak – anak mu. Kami memiliki hati yang semakin lama menjadi semakin peka. Hati yang semakin mudah untuk merasa terluka dan di jauhkan. Perasaan yang selalu menduga – duga perihal apa salah ku hingga semua ini terjadi. Sejujur nya aku masih sangat rapuh, aku membutuhkan pegangan untuk bangkit dari keterpurukan yang melanda tiba – tiba. Dan aku selalu membutuhkan semua yang pernah kumiliki di masa lalu. Andai bisa, sekali lagi ku mohon izinkan aku kembali, dan tidak menjadi dewasa. Jika kau bisa mengabulkan nya, ini adalah hal terakhir dariku.

Untuk waktu yang selalu aku sia – siakan
Untuk setiap memori yang setia menyimpan
Untuk orang tua ku yang kusayang
Aku selalu berusaha membahagiakan mu
Aku bertahan atas dasar sayang ku
Walau kau mulai tak mempedulikan ku
Dan menduakan ku dengan yang lain
Walau kau mulai tak menyayangi ku
Dan menganggap ku selalu mengecewakan mu
Hingga kau malas dan selalu mengacuh kan ku
Ketahuilah dibalik itu semua, aku selalu menjunjung mu
Tapi maaf kan lah jikalau aku tak bisa membuktikan nya
Salahkan aku saja yang tak berjuang lebih keras untuk mengejar
Namun jangan salahkan waktu yang berjalan terlalu cepat

Begitu pun memori yang mungkin tersendat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar