Sekilas Tentang Ku
Hai, namaku mei shinta setiawan, aku anak ke dua dari dua
bersaudara. Aku dilahirkan dengan menyandang nama yang bersejarah, menurutku.
Bersejarah karena pertama,pembuatan nama itu dilalui dengan percekcokan yang
maha dahsyat (lebay) karena sebenarnya namaku tak sependek itu. Kedua orang
tuaku tak sepaham mengenai nama depan ku. Mereka berusaha mempertahankan
pendapat masing – masing. Ayah ku menginnginkan nama ku menjadi Anastasya mei
shinta setiawan,menurut ku itu keren, seperti nama putri. Tapi mama ku tak
menyetujui nya karena masa nama panggilan nya nanti Ana ? jelek ah... mungkin
begitu dialog mama ku. Lalu mama ku gantian mengusul kan bila namaku Nabila mei
shinta setiawan atau Lola mei shinta setiawan. Woww.. nabila !! kalau itu benar
menjadi namaku sampai sekarang, mungkin aku akan tumbuh mirip dengan Nabila
JKT48, menyenangkan, tapi Lola ?? omg,
akankah nanti nya aku menjadi anak yang lola tingkat tinggi ? inagat lah ma,
yah, nama adalah adalah do’a. Andai waktu itu bayi bisa ngomong, aku akan beragumen
secara adil. Mengapa tidak sekalian digabung jadi satu menjadi Anastasya nabila
mei shinta setiawan, itu jauh lebih adil, tapi melelahkan saat UNAS. Dan sayang
nya aku tidak punya hak berbicara. Karena percekcokan yang tak kunjung usai,
akhir nya kata mama ku dokter menjadi hakim, dan memutus kan agar namaku Mei
Shinta Setiawan. Sebenar nya aku anak siapa, ortu apa dokter, kok nama yang
termasuk upacara sakral malah diberi oleh dokter, aneh. Kedua, nama ku itu juga
memiliki arti sejarah yang lain karena kata Shinta diambil dari dewi Shinta
dalam kisah wayang ramayana,dan setiawan alias setia. Semoga do’a dalam nama
ini menyarap pada pemilik nya. Dewi Shinta yang cantik dan setia.
Ayah ku bernama Endro setiawan, mama ku bernama Nurhayati, dan kakak ku bernama Yowanda meita setiawan. Aku dan kakak ku terlahir hanya beda umur 2 tahun. Kami sama - sama lulusan dari sekolah SDN Karang Besuki 2. sebelum nya waktu kenaikan kelas 5 aku pindah sekolah ke MI Sunan Kalijaga, namun hanya selama 4 bulan, kemudian aku kembali lagi ke sekolah lama ku. Tapi saat kelulusan nasib ku tak sebaik kakak ku. Aku tak bisa masuk di SMPN 8 seperti kakak ku, karena nilai UASBN ku 25,60. akhirnya aku diterima di SMPN 4 Malang. Di sana aku memasuki kelas khusus seni (PPST) untuk melanjut kan hobi ku dalam seni tari dan peran. Saat lulus SMP pun nasib ku kembali tak sesuai harapan. Nilai UNAS ku hanya 31,10 sehingga sekali lagi aku tidak bisa mengikuti jejak kakak ku di SMAN 8 Malang. Kecewa sempat menyelimuti ku selama sebelum pendaftaran, hingga akhir nya keberuntuungan datang. Hasil kerja keras ku selama mengikuti kelas seni ternyata bisa menolong. Akhir nya dengan menggunakan piagam tingkat Jawa Timur aku bisa diterima di SMAN 8 melalui jalur prestasi. Cita - cita ku dari dulu ingin menjadi seorang dokter, di sma rencana nya aku ingin mengambil jurusan ipa, sehingga nanti nya bisa memasuki kuliah kedokteran. Tapi sekali lagi harapan ku tak tercapai. Saat penjurusan aku ternyata masuk di kelas IPS, bukan IPA seperti yang kuharapkan. Akankah aku tidak bisa mencapai cita - cita ku sebagai dokter ? Mengapa banyak sekali hal yang sudah aku rencanakan matang - matang ternyata malah selalu jauh melenceng. selalu menimbul kan kekecewaan dan kesidihan, tapi terkadang itu memberikan jalan terbaik. Tapi tidak bisa kah pengecualian pada kedokteran. Aku ingin sekali menjadi dokter. Untuk sekarang, karena aku masih duduk di bangku kelas 10, maka terjadilah saja semuanya. Aku hanya harus mengikuti. Semoga ada berkah tersendiri dari kelas ips.
byee....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar